GAMEVIBES.LIFE – Investasi emas digital apakah aman? Simak tiga aspek yang harus kamu perhatikan untuk investasi logam mulia digital.
Sekarang, investasi emas tidak lagi harus menyimpannya di bawah kasur atau di brankas rumah yang penuh risiko pencurian.
Kini, emas digital hadir sebagai solusi praktis bagi milenial dan Gen Z. Namun, muncul pertanyaan besar: apakah investasi emas digital berbahaya?
Jawabannya sangat bergantung pada platform yang kamu pilih.
BACA JUGA: Spesifikasi Oppo Reno 15, Standar Baru Fotografi Smartphone di Tahun 2026
Sebelum Investasi Emas Digital, Kenali Legalitas Platform
Bahaya utama dari emas digital bukanlah pada instrumennya, melainkan pada legalitas penyedianya.
Di Indonesia, perdagangan emas digital diawasi ketat.
Melansir dari situs resmi Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), perdagangan emas digital hanya boleh dilakukan oleh pedagang yang telah mendapatkan izin resmi.
Serta, memiliki fisik emas yang tersimpan di lembaga depositori.
Jika kamu berinvestasi di aplikasi yang tidak terdaftar, risiko uang dibawa lari sangatlah besar.
BACA JUGA: Hp Oppo Reno 15, Rekomendasi Terbaik Untuk Hp Baru Kamu di Tahun 2026!
Keamanan Fisik dan Digital
Banyak yang khawatir jika saldo emas di aplikasi hanyalah angka tanpa wujud.
Namun, sistem yang benar mengharuskan adanya “backing” emas fisik 1:1.
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, setiap saldo emas digital yang dimiliki nasabah dijamin dengan emas fisik yang disimpan secara aman.
Bahaya kehilangan saldo akibat peretasan akun memang ada, namun ini bisa diminimalisir dengan fitur keamanan ganda seperti Two-Factor Authentication (2FA) dan biometrik yang disediakan aplikasi.
BACA JUGA: Cara Edit Foto Realistis di Gemini AI Tanpa Mode Pro, Lengkap dengan Prompt
Fluktuasi Harga vs Risiko Kehilangan
Investasi emas tetap memiliki risiko pasar, yaitu fluktuasi harga.
Namun, ini adalah risiko bisnis yang normal, bukan bahaya penipuan. Keuntungan utama emas digital adalah kamu bisa mulai dengan nominal sangat kecil, bahkan mulai dari Rp10.000 saja.
Ini sangat membantu kamu dalam melakukan diversifikasi tanpa harus mengeluarkan modal besar di awal.
BACA JUGA: Fitur Realme 16 Jadi Standar Hp Kelas Menengah Baru di Tahun 2026
Pada intinya, investasi emas digital sama sekali tidak berbahaya asalkan kamu teliti dalam mengecek lisensi platform tersebut.
Jangan lupa, pastikan kamu selalu membaca syarat dan ketentuan mengenai biaya admin dan biaya cetak jika suatu saat kamu ingin mengubah saldo digital menjadi kepingan emas fisik.
Dengan kewaspadaan yang tepat, emas digital justru menjadi alat pelindung nilai yang sangat efektif di masa depan.